Tuesday, December 30, 2014

"Comfort Zone" stay or leave?

 

 Banyak tulisan atau gambar yang selalu mengatakan "get out from your comfort zone" atau "your dream outside your comfort zone". Nah sebenar-nya tau gak sih apa yang dimaksud dengan comfort zone?

Jangan sampai nanti salah kaprah bilang disuruh keluar dari comfort zone eh malah bukan impian yang didapat malah sial yang didapat... Ya kann??? 

Perlu diketahui juga diluar dari comfort zone juga terdapat yang disebut dengan strenght zone atau yang lebih dikenal dengan zona kekuatan anda atau apa yang dapat anda lakukan dengan sangat baik.

Kesalahan seseorang pada saat keluar dari comfort zone nya dia juga ikutan keluar dari strength zone-nya. Dimana ini adalah 100% fatal bagi orang tersebut.

Seorang koki yang sudah ternama di restoran bintang lima akhirnya memutuskan keluar dari comfort zone nya dan membuka restaurant baru. Namun tidak sampai 2 tahun malah restaurant-nya tutup. Pertanyaan nya, loh kok bisa? Kenapa hal ini terjadi?

Mari kita selidiki lebih dalam apa itu comfort zone dan apa itu strenght zone.


Kita lihat dari strenght zone yang artinya adalah "what you are good at." atau apa yang anda dapat lakukan sangat baik. Strenght zone ini berbicara mengenai keahlian anda, inti dari kekuatan anda yang memang itu adalah kelebihan anda sendiri. Sangat mudah bukan untuk mengidentifikasi keahlian anda, contoh apakah anda seorang koki, akuntan, sales atau pengusaha?  Coba lihat kedalam diri anda, apa yang anda sangat ahli dalam melakukan-nya dan apa kelemahan terbesar anda. Jangan lihat apa yang anda mimpikan dalam hidup ini, karena yang anda inginkan belum tentu menggambarkan kekuatan anda didalam-nya. In this case please be realistic ok :)




Kemudian kita akan lihat apa yang dimaksud dari comfort zone? Comfort zone adalah suatu situasi yang dimana anda telah melakukan semua nya dengan baik dan menguasai semua keadaan dengan batas status quo tertentu. Artinya adalah; misalkan anda seorang penjual yang handal dimana dalam sebulan anda selalu melakukan tutup closing dengan nilai value yang sama, atau contoh lain adalah seorang penulis novel yang selalu setiap tahun dengan sukses menerbitkan 2 buku novel terbaru-nya tanpa susah payah. Nah inilah yang disebut dengan situasi comfort zone.

Naaahhh kalau sudah jelas semua, sekarang kita lihat poin lebih dalam apa yang dimaksud dari keluarlah dari comfort zone anda? Yang dimaksud dari keluarlah dari comfort zone anda adalah keluarlah dari batas status quo anda saat ini, tapi jangan melenceng dari strenght zone anda. Artinya apa yang anda lakukan saat ini, lakukan dua kali lipatnya.. Kalo kata bule" sih "raise the bar".... Contoh nya adalah apabila anda seorang sales yang biasa nutup closing dengan value yang sama setiap bulan-nya maka naikan target anda untuk keluar dari comfort zone anda; atau seorang penulis buku novel yang setahun hanya menerbitkan dua buah buku mencoba untuk menerbitkan lebih lagi dalam setahun. Dengan melakukan lebih dari status quo anda saat ini maka anda akan keluar dari comfort zone anda dan meraih kesuksesan lebih tinggi lagi, namun disini anda tidak meninggalkan strenght zone anda sehingga kesuksesan pasti dapat anda raih.

So leaving your comfort zone outside your strenght zone... Think again my friend ;)

Sunday, December 21, 2014

Bagaimana meningkatkan kompetensi sebagai 'sales'?



Kalau kita melihat persaingan bisnis dari segi produk, harga dan promosi pasti tidak akan pernah ada habis-nya.. Tapi berbeda hal kalau kita berbicara dari sisi seorang penjual-nya...

Nah kalau sudah begini artinya perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan dari strategi product ataupun marketing tetapi juga strategi dari pengembangan kompetensi dari penjual tersebut..

Fakta yang mengejutkan adalah ternyata sampai saat ini suatu produk yang memiliki merek yang sangat kuat biasa-nya akan memanjakan kemampuan penjual-nya. Tanpa harus susah payah produk itu telah terjual dengan sendiri-nya kepada konsumen, lama kelamaan kemampuan sales dalam hal ini menjadi penurunan didalam kualitas-nya.

Satu-satunya cara untuk tetap meningkatkan kompetensi seorang sales adalah dengan cara membangun 4 pilar utama yang harus dimililiki setiap penjual.


1. Kompetensi Personal
Kompetensi personal adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki sebagai modal awal seseorang memulai karirnya. Kompetensi personal ini dapat dilihat dari sikap leadership, discipline, respect, integrity dan responsobility didalam diri seseorang. Semakin tinggi dia menerapkan hal ini maka semakin tinggi juga kredibilitas dia di antara penjual-penjual lain-nya dan inilah yang dapat membedakan antara penjual yang hanya mencari keuntungan dengan seorang penjual yang perduli dengan keadaan pembeli nya.

2. Kompetensi Professional
Kompetensi professional sangat dibutuhkan sebagai seorang penjual. Yang mencakup didalam kompetensi ini adalah dia harus sangat mengerti akan semua hal yang berhubungan denga pekerjaan dan posisi-nya seperti job role, position, product/service, report system, decision makim dan lainnya. Semakin kuat seseorang didalam kompetensi ini maka semakin baik pula dia dalam menjalankan proses pekerjaan-nya.

3. Kompetensi Methodological
Kompetensi ini biasa agak sering disepelekan oleh seorang sales. Karena kebanyakan motto sales hanyalah jual, jual, jual dan jual. Ya.. Motto ini bagus tapi bagaikan mencari pintu keluar didalam ruangan yang sangat gelap. Dibandingkan hanya berjualan atau closing, seorang sales harus paham betul metodologi atau bagai mana cara menjual yang baik dan tepat kepada calon pembeli. Apakah mengenai sales process, negotiation skill, presentation skills, handling objection atau argumentative skill. Tidak perlu waktu banyak, kita bisa mengetahui kualitas masing-masing sales yang kita miliki hanya melihat dari kompetensi ini saja.

4. Kompetensi Sosial
Yang terakhir adalah kompetensi sosial, hal ini menjadi kunci kesuksesan seorang sales dalam menemukan dan berinteraksi dengan target marketnya atau memperluas segmen pasar-nya. Ini juga dibutuhkan oleh seorang sales seperti, networking skills, communication skills, dan behavioral market understanding. Seseorang sales yang sangat memahami hal ini akan sangat mudah dalam mencari target marketnya tanpa perlu susah lagi untuk melakukan kanvasing.

So inilah yang dapat saya share ke teman-teman...  Semoga berguna :)

Happy selling and have a good day!!

Saturday, December 20, 2014

Saya berkerja di "back office", emang masih perlu networking???

Kebanyakan kalau kita bicara masalah networking, itu pasti urusan orang sales atau orang yang lagi ada kebutuhan untuk mengembangkan usahanya... Ya gak salah juga sih kalau pemikiran-nya kesitu... Soalnya sampai saat ini konotasi networking itu selalu di kaitkan sebagai marketing activity dalam brand awareness atau selling activity dalam meningkatan prospect.... (baru kenalan udah langsung jualan, woles donk bro....).

Untuk kalian yang pekerjaan-nya tidak pernah berhubungan dengan konsumen luar (back office) perusahaan pasti selalu berpikir buat apa harus cape-cape melakukan kegiatan ini? Apalagi networking, belum tentu bisa dibawa senang dalam kegiatan-nya karena membawa profesi professional seseorang (artinya kalo kamu lagi dugem, party atau DWP dan kenalan dengan seseorang itu tujuan-nya lebih bersenang-senang dan bukan networking yaaa... hahahaha). Dan pastinya ini akan mengeluarkan biaya??? So apakah betul saya perlu melakukan ini???

Nahhh... Networking atau lebih dikenal dengan kegiatan bersosialisasi secara profesional dimana ditujukan untuk kepentingan bisnis. Memang kegiatan ini lebih terkenal dikalangan frontliner, sales atau entrepreneur yang niat-nya ingin meningkatkan pangsa pasar atau volume penjualan. Apalagi kalau udah pakai sistem UUD (Ujung Ujung-nya Duit) atau balik modal dalam setiap melakukan kegiatan ini, bisa-bisa arti dari kegiatan ini sudah salah dalam perjemahan-nya.

Biasanya dalam aktivitas Networking kita lebih menekankan sisi profesionalitas kita (bekerja di perusahaan apa, bergerak di bidang apa, jabatan kita, dan lingkup pekerjaan) tanpa menekankan sisi berjualan atau mencari suatu komitmen bisnis dikegiatan ini. Hal yang paling berharga adalah bagaimana kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang terjadi di industri bisnis kita, hal ini akan membantu memperluas wawasan kita pastinya.

Oleh karena itu memperluas sosialisasi tidak harus berujung kepada penjulan atau profit, tapi setidaknya dengan anda melakukan networking anda mengetahui apa yang sedang terjadi di lingkungan anda. Bagaimana sistem berjalan, inovasi-inovasi atau strategi terbaru dalam menjalankan pekerjaan anda lebih baik. Intinya lebih ke knowledge sharing dan ini lebih berharga dari sekedar memperbesar pangsa pasar. Informasi yang kamu dapatkan bisa memberikan efektifitas dan effisiensi lebih baik didalam profesionalisme.

Terus bagaimana saya memulai melakukan networking??

Simple saja, lakukan yang lebih sederhana dahulu sebelum ke tingkat yang lebih sulit.


http://www.onbile.com/info/wp-content/uploads/2012/07/Business-Social-Media.png
Option 1, gunakanlah Social Media sebagai salah satu alternatif paling simple didalam pengembangan networking anda.

Saat ini banyak sekali sosial media yang menyediakan wadah untuk berbagai kalangan yang ingin melakukan kegiatan networking. Disamping praktis dan tidak memakan waktu, social media menjadi salah satu trend paling diminati di kalangan anak muda. Apabila kita melihat perkembangan teknologi di gadget yang sangat cepat, ini menjadi wadah yang paling dinikmati dalam melakukan kegiatan Networking.


http://www.okalpha.com/assets/220/Cheap.holiday.in.Italy.flights.to.Italy.travel.cheap.package.discounts.Italy.Golf.Activity.Holiday.jpg

Option 2, Bergabunglah dengan beberapa kegiatan klub sosialita.

Ini adalah kegiatan yang sangat menarik, biasa-nya ini bisa dibarengin dengan hobby si pelaku netwotking. Contoh-nya bergabung didalam klub golf, klub wine, atau apapun itu juga (disesuaikan berdasarkan target market yang ingin anda tuju) . Memang didalam kegiatan ini pasti akan memakan budget anda, tetapi disamping itu biasa kegiatan ini jauh lebih menyenangkan. Disamping anda menikmati aktivitas didalam klub ini, anda juga akan banyak menemui potensial market dengan hobby atau ketertarikan yang sama.



https://allhealthwellness.files.wordpress.com/2014/02/running-image.jpg

 Option 3, aktif mengikuti public event atau gathering.

Kebanyakan event ini diciptakan oleh pihak ke 3 dan kita harus menunggu momen ini untuk muncul. Disamping kita pasif didalam kegiatan ini, market segmen yang datang ke event ini juga terlalu besar segmen-nya sehingga kita agak sulit mencari network yang sesuai dengan kebutuhan kita.

So... itulah opini saya... apa yang harus ditunggu lagi... mulailah melakuan networking dari saat ini juga :)